Kamis, 18 April 2013

Alamat Memori


1)      Alamat memori mutlak (alamat fisik)

Sel memori pada memori kerja adalah sumber daya berbentuk fisik, sehingga untuk       mencapai sel memori ini digunakan kata pengenal. Maka disebutlah alamat fisik dan karena nomor alamat fisik ini bersifat mutlak (nomor setiap sel adalah tetap), maka disebut juga alamat mutlak.

2)      Alamat memori relatif (alamat logika)

Alamat memori yang digunakan oleh program / data berurutan / berjulat. Jika kita menggunakan alamat 1, maka kitapun menggunakan alamat 2,3, … dan untuk 1 informasi jika alamat awalnya 0 dan alamat lainnya relatif terhadap alamat awal 0 ini, maka dinamakan alamat relatif. Dan alamat tersebut adalah logika dari untaian alamat yang menyimpan informasi maka dikenal alamat memori logika. Contoh : alamat awal relatif 0, alamat awal fisik 14726, maka selisihnya = relokasinya = 14726-0 = 14726.
Alamat relatif
Alamat mutlak
Relokasi
0
14726
14726
1
14727
14726
2
14728
14726
3
14729
14726
Tabel  2.1 Contoh dari penyelesaian alamat memori
Isi Memori
1.      Sistem bahasa pemograman
Translator tergantung pada program yang digunakakan dan memiliki run time subroutine yang mengatur program dari bahasa pemogramannya untuk melakukan translator.
2.      Sistem utilitas   
Merupakan bagian dari sistem operasi komputer, biasanya berbentuk berkas dalam memori arsif.
3.      Inti sistem operasi
Terdiri dari inti, kernel, nucleus adalah system operasi yang menetapkan dalam memori kerja. Contohnya adalah pada saat “boot / booting / bootstrap”.



4.      Sistem operasi
Program sistem operasi diletakkan dalam memori, maka banyak kegiatan yang juga terletak dalam memori.
5.      Pengendali alat
Terdiri dari penggerak alat / device controller dan pelaksana / device driver yang berbentuk program dan menempati ruang memori tertentu.
6.      Berkas pemakai
Terdiri dari berkas program dan berkas data, yang ditampung dalam memori dan pada waktunya diteruskan ke prosesor untuk diolah.
Fungsi manajemen memori :
Ø   Mengelola informasi yang dipakai dan tidak dipakai.
Ø   Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan.
Ø   Mendealokasikan memori dari proses telah selesai.
Ø   Mengelola swapping atau paging antara memori utama dan disk.
Pemuatan informasi ke memori :
1.      Pemuat / loader, menyalin informasi ke memori kerja.
a.       pemuatan mutlak
Jika 2 macam alamat memori dibuat sama antara yang tercantum dalam program dan yang ditempati dalam memori kerja. Contohnya pada program, alamat awal 5235 dan subroutine = 5468 diletakkan pada alamat fisik yang sama.
b.      pemuatan relokasi
Alamat program tidak selalu sama dengan alamat fisik. Contohnya alamat pangkal atau fisik = 14200, alamat relative program 327, maka alamat mutlaknya=14200+ 327 =14527.                                 R(=P jika A=0)
                                                                                          
                                                            Å
Keterangan:

R  : relokasi                                                   P  : alamat pangkal / fisik

            A  : alamat awal / logika                                Y : alamat fisik dari X        
            X   : alamat suatu informasi tertentu (logika)
Maka :    R = P – A                           Y = X + R = X + P – A


Jika informasi dengan alamat relative = 0, maka A = 0.
c.       pemuatan sambung               
Penyambungan antara informasi yang satu dengan yang lain terjadi pada saat pemuatan. Sehingga membutuhkan informasi sebelum melakukan pemuatan sambung tersebut, contohnya informasi alamat akhir dari bagian informasi yang akan disambung tersebut.
d.      pemuatan dinamik / tumpang / overlay
Terjadi pada program tunggal ketika ukuran program melampaui ukuran ruang memori kerja. Dan agar dapat tertampung maka dibagi / dipenggal menjadi beberapa segmen.Sambung / linker akan menyatukan 1 informasi dengan informasi lainnya.
2.      Lama muat, ditentukan oleh kecepatan baca pada memori dukung yang berbentuk disk.

Pengutipan / pembacaan isi memori :
1.      Pengutipan oleh prosesor
Untuk melaksanakan pekerjaan yang dalam informasi itu, yang merupakan tugas dan proses dan dilakukan sel memori per sel memori.
2.      Pengutipan oleh memori dukung / arsif
Untuk menyimpan informasi tersebut di dalam memori dukung / arsif sehingga mereka tidak hilang ketika catu daya dimatikan. Isi memori kerja disimpan  ke dalam disk memori dukung / disket memori arsif. Kemudian di dalam disk / disket, informasi direkam ke dalam sector, setelah 1 sektor penuh, maka berpindah ke sektor lainnya. Pengutipan ini dilakukan blok demi blok yang biasanya merupakan kelipatan bulat dari ukuran sektor.
3.      Pengutipan oleh pencetak / printer
Untuk mencetak isi memori ke atas kertas, pengutipan secara blok demi blok.
4.      Pengutipan oleh alat peripheral lainnya
Contoh pada komunikasi data melalui jaringan, pengutipan mengikuti suatu protocol tertentu, misalnya protocol OSI (open system Interconnection) dari ISO (international standard organization) yang terdiri dari 7 lapis / layer.
lunaseptiani.blogspot.com